PIDIE JAYA – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-XXXVII, yang akan digelar pada 1–8 November 2025 di Kabupaten Pidie Jaya.
Dengan mengusung tema “Mari Kita Tingkatkan SDM Qurani yang Unggul Menuju Aceh Islami, Pidie Jaya Mesyuhu,” perhelatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat keislaman, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun sumber daya manusia Aceh yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
MTQ Aceh XXXVII akan diikuti oleh ratusan peserta dari 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang lomba, antara lain tilawah, tahfiz, tafsir, khattil Qur’an, dan fahmil Qur’an. Setiap cabang akan menampilkan para qari dan qariah terbaik yang telah melewati seleksi ketat di tingkat daerah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wadah pembinaan generasi muda agar mencintai dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Gubernur Aceh dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam membangun karakter umat.
“MTQ bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan spiritual umat. Melalui MTQ ini, mari kita lahirkan generasi Qurani yang unggul menuju Aceh yang lebih Islami dan bermartabat,” ujar Gubernur Aceh.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat Pidie Jaya yang telah bekerja keras mempersiapkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari infrastruktur hingga kenyamanan peserta.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Pidie Jaya telah melakukan berbagai persiapan matang. Mulai dari pembangunan arena utama, pemondokan kafilah, fasilitas pendukung, hingga pelibatan masyarakat dalam menyambut para tamu dari berbagai daerah.
Bupati Pidie Jaya menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah.
“Pidie Jaya siap menyambut seluruh kafilah dan tamu dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Semoga pelaksanaan MTQ ini berjalan sukses, membawa keberkahan, dan mempererat silaturahmi antarumat Islam di Aceh,” ungkap Bupati.
Ia menambahkan, masyarakat Pidie Jaya menyambut penuh semangat ajang keagamaan terbesar di Aceh ini. Warga bahu membahu mempercantik lingkungan, memperbaiki akses jalan, dan mempersiapkan tempat tinggal bagi tamu yang datang.
Suasana kota pun mulai berubah: spanduk bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an dan hiasan bernuansa islami tampak di berbagai sudut kota, mencerminkan kesiapan daerah menyambut tamu Allah dalam lomba yang penuh berkah ini.
Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan aparat keamanan, Forkopimda Aceh yang terdiri dari unsur Pemerintah Aceh, TNI, Polri, dan Kejaksaan turut berperan aktif dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Forkopimda menegaskan, keamanan dan kenyamanan peserta merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, koordinasi lintas lembaga dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala selama kegiatan berlangsung.
“Kami ingin MTQ ini menjadi ajang yang bukan hanya megah secara penyelenggaraan, tapi juga menghadirkan suasana yang religius, damai, dan kondusif,” ujar salah satu perwakilan Forkopimda Aceh.
Selain menjaga keamanan, Forkopimda juga mendukung penuh promosi kegiatan keagamaan dan ekonomi masyarakat di sekitar arena MTQ, seperti bazar kuliner halal dan pameran produk UMKM lokal yang turut memeriahkan suasana.
MTQ Aceh XXXVII di Pidie Jaya diharapkan menjadi titik tolak bagi penguatan karakter masyarakat Aceh yang Qurani, unggul, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi antara kabupaten/kota se-Aceh, sekaligus memperlihatkan kekompakan Forkopimda dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kami optimis MTQ Aceh XXXVII akan menjadi yang terbaik dalam sejarah penyelenggaraan MTQ di Aceh,” kata Banta Nuzullah, salah satu unsur Forkopimda yang turut terlibat dalam persiapan kegiatan.
Dengan dukungan semua pihak — pemerintah, aparat keamanan, panitia, dan masyarakat — MTQ Aceh XXXVII di Pidie Jaya bukan hanya sekadar kompetisi tilawatil Qur’an, tetapi juga pesta iman dan budaya Islam yang menguatkan jati diri Aceh sebagai Serambi Mekkah.
Ajang ini menjadi bukti nyata bahwa Aceh terus berkomitmen membangun generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi demi mewujudkan Aceh yang Islami, damai, dan bermartabat.
