Bukankah Haliya selama ini dikenal sebagai dua orang? Bukankah Arief Azizi dan Arief Maulana membangun proyek ini bersama, menulis lagu bersama, tampil bersama, dan tumbuh bersama?
Lalu, kenapa kini hanya ada satu nama yang berdiri di atas panggung?
Belakangan, Haliya mulai tampil dalam format solo. Sosok yang hadir adalah Arief Azizi yang lebih akrab dikenal Areep . Sementara Arief Maulana tak lagi terlihat mengiringi di sisi panggung, seperti yang selama ini menjadi pemandangan yang akrab bagi para pendengar Haliya.
Tak sedikit yang bertanya-tanya. Ada yang menduga mereka sedang melakukan rehat. Ada pula yang berspekulasi soal perbedaan arah. Selebihnya, ruang komentar media sosial bekerja seperti biasa: penuh asumsi, minim kepastian.
Namun, Haliya memilih menjawab semuanya dengan cara paling dikenalnya: terus memainkan musik.
Babak baru ini menempatkan Areep sebagai wajah sekaligus suara Haliya. Lagu-lagu yang pernah lahir dari perjalanan berdua tetap menjadi bagian dari cerita, sementara karya-karya baru mulai disiapkan dari sudut pandang yang berbeda.
Apakah ini akhir dari kebersamaan Arief Azizi dan Arief Maulana? Atau hanya jeda yang belum menemukan nama? Barangkali waktu yang akan menjawab.
Untuk saat ini, satu hal yang pasti: Haliya masih berjalan. Hanya saja, langkahnya kini terdengar berasal dari satu pasang kaki.
Dan seperti banyak kisah dalam musik, perubahan sering kali datang lebih dulu daripada penjelasan.
