-->

Notification

×

Iklan

Iklan

‎‎

Regenerasi Perajin Rencong Jadi Sorotan, Rita Mayasari Dorong Pelestarian Warisan Aceh

Jumat, 01 Mei 2026 | 06.51 WIB Last Updated 2026-05-01T13:51:12Z

 


Eventaceh I Aceh Besar - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar, Hj  Rita Mayasari , mendorong pentingnya regenerasi perajin rencong saat mengunjungi sentra kerajinan hiasan senjata tradisional Aceh di Desa Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Kamis (30/4/2026).


Rencong sebagai senjata khas Aceh tidak hanya memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat, namun juga berkembang menjadi souvenir unggulan yang diminati wisatawan.

Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan “Tanoh  Rencong ”, keberadaan kerajinan ini dinilai perlu terus dijaga.


Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sendiri telah mencatatkan rencong sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dalam kategori Ekspresi Budaya Tradisional di Kementerian Hukum RI. Dengan demikian, rencong memiliki perlindungan hukum dan tidak dapat diklaim oleh pihak lain.

Di Desa Baet Mesjid, tradisi pembuatan rencong masih bertahan melalui industri rumahan yang diwariskan secara turun-temurun. Keterampilan tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.


Dalam kunjungannya,  Rita Mayasari  menegaskan bahwa regenerasi perajin menjadi kunci agar tradisi tersebut tidak punah.

“Kerajinan rencong ini bukan sekedar soal penghasilan, tapi juga menjaga identitas dan warisan budaya Aceh. Kami berharap para pengrajin dapat mempersiapkan generasi penerus agar tradisi ini tetap hidup,” ujarnya.


Ia juga mengajak para perajin untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khas rencong.

“Kita boleh mengikuti tren, tapi jangan sampai keaslian rencong sebagai budaya Aceh berubah,” tambahnya.



Sumber: serambinews


×
Berita Terbaru Update