EventAceh I Banda Aceh – Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) meraih Medali Emas (Juara I) pada ajang Business Plan Innovation Himmaforia 2026 yang diselenggarakan di Universitas Teuku Umar (UTU), Aceh. Penghargaan tersebut diraih berkat gagasan bisnis bertajuk AcehNexport, sebuah platform digital yang dirancang untuk memperkuat akses ekspor produk unggulan Aceh ke pasar internasional.
Tim terdiri atas Muhammad Alif dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Syahrina Maghfirah dari Fakultas Hukum, dan Arman Maulana dari Fakultas Teknik. Melalui konsep tersebut, mereka menawarkan solusi digital berbasis business-to-business (B2B) yang menghubungkan petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta eksportir lokal dengan pembeli di pasar global.
Menurut tim, inovasi AcehNexport berangkat dari besarnya potensi komoditas ekspor Aceh yang belum sepenuhnya diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aceh diketahui menjadi pemasok lebih dari 60 persen kebutuhan minyak nilam dunia serta mengekspor lebih dari 6.000 ton Kopi Gayo setiap tahun. Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, tingkat kemiskinan di Aceh masih mencapai 12,33 persen.
“Permasalahan utamanya bukan pada minimnya komoditas unggulan, melainkan belum tersedianya sistem yang mampu menghubungkan petani dan UMKM dengan pasar internasional secara modern, cepat, dan transparan. Selama ini pelaku usaha masih menghadapi kendala akses pasar, bergantung pada perantara, serta kesulitan dalam pengurusan dokumen ekspor,” ujar tim perwakilan.
AcehNexport dikembangkan sebagai platform digital terpadu yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pembeli internasional, seperti importir, roastery, dan distributor produk organik di kawasan Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Timur.
Platform tersebut menawarkan sejumlah fitur utama, antara lain otomasi penyusunan dokumen ekspor, sistem pencarian mitra dagang berbasis smart matching , layanan rekening bersama ( escrow ) untuk meningkatkan keamanan transaksi, Verified Exporter Hub , serta integrasi layanan logistik yang dilengkapi pelacakan pengiriman secara real time.
Konsep bisnis tersebut dinilai memiliki nilai inovasi, kelayakan implementasi, dan potensi dampak ekonomi sehingga mengantarkan tim USK meraih Gold Medal pada kompetisi Business Plan Innovation Himmaforia 2026.
Muhammad Alif mewakili tim berharap AcehNexport dapat mengembangkan lebih lanjut dan tidak berhenti sebagai konsep dalam kompetisi.
“Kami berharap AcehNexport dapat diimplementasikan sebagai solusi nyata untuk memperluas akses ekspor produk unggulan Aceh. Dukungan pemerintah, investor, pelaku logistik, serta berbagai pemangku kepentingan akan menjadi faktor penting agar inovasi ini dapat memberikan manfaat bagi petani dan UMKM lokal,” ujarnya.
Prestasi tersebut menambah capaian mahasiswa Universitas Syiah Kuala di tingkat nasional sekaligus menunjukkan peran generasi muda dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang berfokus pada penyelesaian persoalan ekonomi dan penguatan daya saing daerah.
